Friday, January 7, 2011

UNAS 2010, UNAS yang lain daripada yang sebelumnya

"60% diambil dari nilai UNAS dan 40% diambil dari nilai raport dari semester 1-5."  Begitulah kalimat yang selalu saya dengar setiap saat jika ada guru yang ceramah ditengah-tengah pelajaran. Begitu juga yang saya baca di koran beberapa hari lalu. Memang ini agak baru dikalangan pelajar SMP dan SMA, serta para guru-gurunya. Kenapa saya bilang begitu? Itu dikarenakan, wacana atau peraturan ini belum pernah digunakan di UNAS-UNAS sebelumnya. Banyak guru saya juga mengalami kebingungan menghadi program dari Menteri Pendidikan sekarang ini, yaitu Bapak Muhammad Nuh. Guru bingung, apalagi muridnya. Di samping bingung, banyak juga siswa-siswi yang menyesal karena kenapa mereka dari kelas 1-3 tidak belajar dengan serius sehingga di raport mereka mendapat nilai jelek. Ada juga yang protes, karena kenapa program ini baru diberitahukan sekarang ini, bukan dari dulu ketika masih kelas 1. Tapi untungnya hanya 40% saja yang diambil untuk nilai kelulusan. Namun, itu juga dapat mengurangi nilai kelulusan jika nilai raport dari semester 1-5 banyak yang "ngepres" nilai standart, atau bahkan di bawahnya. Dan itu juga diambil dari nilai Ujian Sekolah atau Ujian Tulis serta Ujian Praktek.
Untuk nilai UNASnya sendiri, minimal nilainya harus diatas 5,5. Jika salah satu nilai dari 4 atau 6 pelajaran yang diujikan mendapat dibawah nilai 5,5, dipastikan tidak lulus, walaupun nilai pelajaran lainnya diatas standart. Di tahun sebelumnya, jika tidak lulus, maka ada ujian ulang, akan tetapi, di tahun ini tidak akan diadakan ujian ulang. "Maka kalau tidak lulus, ya memang tidak lulus, jadi harus dapat nilai diatas standart." Begitu kata guru saya mengakhiri ceramahnya. 

No comments:

Post a Comment